Rabu, 16 November 2016

Adab-adab Berdoa

الدعاء مخ العبادة. (رواه ابن حبان و التمذى)
"Doa itu adalah otaknya ibadah". (HR. Ibnu Hibban dan Tirmidzi)

Sa'id bin 'Ali bin Wahaf Alqahthani dalam kitab (Ad-Du'a Minal Kitab Wassunnah Muaasasah Al-Jarisyi Littauzi' wal'ilan), menyimpulkan adab berdoa dan sebab-sebab dikabulkan sebagai berikut:

1. Ikhlas mengharap ridho Allah;
2. Diawali dan diakhiri dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rosul Allah;
3. Sungguh-sungguh dan yakin akan dikabulkan;
4. Tegas dan tidak tergesa-gesa;
5. Menghadirkan hati/khusyu dan pasrah;
6. Dinyatakan pada saat lapang dan sempit (setiap situasi);
7. Berdoa hanya kepada Allah;
8. Tidak untuk kerusakan keluarga, harta, keturunan dan diri sendiri;
9. Mengendalikan suara, tidak samar-samar dan tidak terlalu keras;
10. Pengakuan atas dosa dan memohon ampunan-Nya, pangakuan atas anugerah-Nya dan mensyukuri segala apa yang telah Allah beri;
11. Tidak terkesan memaksakan (mengancam kalau tidak dikabulkan);
12. Merendahkan diri, penuh harap dan rasa takut;
13. Bertaubat dan menolak kedzaliman;
14. Diulang tiga kali;
15. Menghadap ke kiblat;
16. Mengangkat tangan;
17. Dalam keadaan punya wudhu (suci), apabila memungkinkan;
18. Penuh kesadaran dan kemantapan;
19. Diawali untuk diri sendiri jika akan mendoakan orang lain;
20. Bertawassul (menggunakan perantara);
21. Makanan, minuman, pakaian dan kekayaan dan lainnya diperoleh dengan cara yang halal;
22. Tidak berdoa dengan dan untuk dosa atau memutuskan silaturahmi;
23. Melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar;
24. Menjauhi dosa dan maksiat.

Tidak ada komentar:
Write komentar