Rabu, 07 Mei 2014

Tujuan Pendidikan Islam

Toto Si Mandja - Tujuan Pendidikan Islam

Bila pendidikan kita pandang sebagai suatu proses maka proses tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan akhir pendidikan. Suatu tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan pada hakikatnya adalah suatu perwujudan dari nilai-nilai ideal yang terbentuk dalam pribadi manusia yang diinginkan. Nilai-nilai ideal itu mempengaruhi dan mewarnai pola kepribadian manusia, sehingga menggejala dalam perilaku lahiriyahnya. Kata lain, perilaku lahiriyah adalah cermin yang memproyeksikan nilai-nilai ideal yang telah mengacu di dalam jiwa manusia sebagai produk dari proses kependidikan.
Pendidikan islam harus mampu menciptakan manusia muslim yang berilmu pengetahuan tinggi, dimana iman dan takwanya menjadi pengendali dalam penerapan atau pengalamannya dalam masyarakat manusia. Bilamana tidak demikian, maka derajat dan martabat diri pribadinya selaku hamba Allah merosot, bahkan akan membahayakan umat manusia lainnya.
Oleh karena itu, tujuan akgir pendidikan Islam berada di dalam garis yang sama dengan misi tersebut, yaitu membentuk kemampuan dan bakat manusia agar mampu menciptakan kesejahteraan dan kebahagiaan yang penuh rahmat dan berkat Allah tersebut tidak akan terwujud nyata, bilamana tidak diaktualisasikan melalui ikhtiar yang bersifat kependidikan secara terarah dan tepat. 

     1.      Berbagai komponen Tujuan
a.       Tujuan Normatif
Suatu tujuan yang harus dicapai berdasarkan kaidah-kaidah (norma-norma) yang mampu mengkristalisasikan nilai-nilai yang hendak diinternalisasikan. Tujuan ini mencakup:
1)      Tujuan formatif yang bersifat memberikan persiapan dasar yang korektif.
2)      Tujuan selektif yang bersifat memberikan kemampuan untuk membedakan hal-hal yang benar dan yang salah.
3)      Tujuan determinatif yang bersifat memberikan kemampuan untuk mengarahkan diri kepada sasaran-sasaran yang sejalan dengan proses kependidikan.
4)      Tujuan integratif yang berdifat memberikan kemampuan untuk memadukan fungsi psikis (penyerapan terhadap rangsangan pelajaran, pikiran, perasaan, kemauan, ingatan dan nafsu) kearah tujuan akhir proses kependidikan.
5)      Tujuan aplikatif yang bersifat memberikan kemampuan penerapan segala pengetahuan yang telah diperoleh ke dalam pengalaman.
b.      Tujuan Fungsional
Tujuan ini berdasarkan pada kemampuan anak didik untuk memfungsikan daya kognitif, afektif dan psikomotor dari hasil pendidikan yang diperoleh sesuai yang ditetapkan. Tujuan ini meliputi:
1)      Tujuan individual yang bersasaran pada pemberian kemampuan individual untuk mengamalkan nilai-nilai yang telah diinternalisasikan ke dalam pribadi dalam rupa perilaku moral, intelektual dan skill.
2)      Tujuan sosial yang bersasaran pada pemberian kemampuan mengamalkan nilai-nilai ke dalam kehidupan sosial, intepersonal, dan interaksional dengan orang lain dalam masyarakat.
3)      Tujuan moral yanf bersasaran pada pemberian kemampuan untuk berperilaku sesuai denga tuntutan moral atas dorongan motivasi yang bersumber agama (teogenetis), dorongan sosial (sosiogenetis) dan dorongan biologis (biogenetis).
4)      Tujuan profesional yang bersasaran pada pemberian kemampuana untuk mengamalkan keahliannya sesaui dengan kompetensi.
c.       Tujuan Operasional
Tujuan ini mempunyai sasaran teknis manajerial yang meliputi:
1)      Tujuan umum atau tertinggi yang bersasaran pada pencapaian kemampuan optimal yang menyeluruh (integral) sesuai idealistis yang diinginkan.
2)      Tuajuan intermediair yang bersifat sementara untuk dijadikan sarana mencapai tujuan tertinggi.
3)      Tujuan partial yang bersasaran pada suatu bagian dari keseluruhan aspek dari tujuan umum, yang berfungsi untuk memudahkan pencapaian tujuan umum.
4)      Tujaun insidental yang bersasaran pada hal-hal yang tidak direncanakan, tetapi hal-hal tersebut mempunyai kaitan dengan pencapaian tujuan umum. Tujaun ini bersifat lebih memperlancar tujuan umum.
5)      Tujuan khusus yang bersasaran pada faktor-faktor khusus tertentu yang menjadi salah satu aspek penting dari tujuan umum, yaitu memberikan dan mengembangkan kemampuan atau skill khusus pada anak didik, sehingga mampu bekerja dalam bidang pekerjaan tertentu yang berkaitan erat dengan tujuan umum.
Selanjutnyam bila dilihat dari segi filosofis maka tujuan pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu:
1)      Tujuan teoritis yang bersasaran pada pemberian kemampuan teoritis kepada anak didik.
2)      Tujuan praktis yang mempunyai sasaran pada pemberian kemampuan praktis kepada anak didik.
Filsafat pendidikan yang bertugas untuk menemukan hakikat pendidikan akan berakhir pada pem=nemuan masalah praktis yang ditelusuri dari masalah-masalah teoritis. Walaupun tidak semua masalah praktis tersebut dapat dipecahkan oleh filsafat pendidikan, namun ruang lingkup tugas filsafat pendidikan berada pada permasalahan teoritis dan praktis kependidikan.
      2.      Formulasi Tujuan Pendidikan Islam
Di atas siuraikan bahwa tujuan pendidikan Islam merupakan cita-cita ideal yan mengandung nilai islami terhadap mana proses kependidikan diarahkan. Rumusan tujuan pendidikan merupakan pencerminam dari idealitas penyusunannya, baik institutional maupun individual. Oleh karena itu, nilai-nilai apakah yang dicita-citakan oleh penyususn dari tujuan itu akan mewarnai corak kepribadian manusia yang menjadi hasil proses kependidikan.
Dengan kata lain, pendidikan Islam secara filosofis berorientasi kepada nilai-nilai islami yang bersasaran pada tiga dimensi hubungan manusia selaku “Khalifah” di muka bumi, yaitu sebagai berikut:
1)      Menanamkan sikap hubungan yang seimbang dan selaras dengan Tuhannya.
2)      Membentuk sikap hubungan yang harmonis, selaras dan seimbang dengan masyarakatnya.

3)      Mengembangkan kemampuannya untuk menggali, menglola dan memanfaatkan kekayaan alam ciptaan Allah bagi kepentingan kesejahteraan hidupnya dan hidup sesamanya serta bagi kepentingan ubudiyahnya kepada Allah, dengan dilandasi sikap hubungan yang harmonis pula.

Tidak ada komentar:
Write komentar