Rabu, 07 Mei 2014

Teori Kepribadian Analitik Carl Gustav Jung

Toto Si Mandja - Teori Kepribadian Analitik Carl Gustav Jung


      A.    Struktur Kepribadian
1.      Self (Ego Sadar)
Hasil pertama dari proses diferensial kesadaran itu adalah ego. Ego berperan pentingdalam menentukan persepsi, pikiran, perasaan, dan ingatan yang bisa masuk kekesadaran. Tanpa adanya seleksi dari ego, jiwa manusia menjadi kacau karenapenuh oleh pengalaman yang semua bebas keluar masuk ke kesadaran.
Ego sadar terdapat dua komonen, yaitu Fungsi Jiwa dan Sikap Jiwa.
Fungsi jiwa ialah suatu bentuk aktivitas kejiwaan yang secara teori tidak berubah dalam lingkungan yang berbeda-beda. Terdapat emat fungsi jiwa yang pokok yaitu pikiran, perasaan, pendriaan dan intuisi.

No
Fungsi Jiwa
Sifatnya
Cara Bekerja
1
Pikiran
Rasional
Dengan Penilaian: Benar – salah
2
Perasaan
Rasional
Dengan Penilaian: Senang – Tidak Senang
3
Pendriaan
Irrasional
Tanpa Penilaian: sadar - melaui indra
4
Intuisi
Irrasional
Tanpa Penilaian: tidak sadar – melalui naluri

Sikap jiwa ialah arah dari energy psikis yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap dunianya. Ada dua macam yaitu Ekstravers dan Introvers.
Sikap Jiwa
Deskripsi
Ekstravers
Adalah sikap yang mengarahkan energy psikis keluar sehingga seseorang diorientasikan menuju sesuatu yang objektif dan menjauh dari subjektif. Orang denga tipe ini lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar daripada dunia batin mereka, yang berakar  pada realita kehidupan.Tidak ada orang yang introvert total namun tidak ada juga orang yang terlalu ekstrover. Orang yang sehat secara psikologis kedua hal ini akan seimbang.
Introvers
Adalah membalikkan energy psikis ke dalam sebuah orientasi terhadap subjektivitas. Orang dengan tipe seperti ini selalu mendengarkan dunia batin dengan semua bias, fantasi, mimpi, dan persepsi yang terindividualisasikan. Orang dengan tipe ini tetap akan bersentuan dengan dunia eksternal namun melakukan dengan selektif dan di dasari pada pandangan subjektif mereka.

2.      Ketidaksadaran Pribadi (Personal)
Mencakup semua pengalaman individual. Karena di bentuk oleh pengalaman individual untuk diri kita sendiri hal ini terasa unik. Isi alam bawah sadar personal di sebut kompleks-kompleks. Sebuah kompleks merupakan kumpulan bernada emosional dari ide – ide yang berkaitan. Sebagai contoh konsep “ibu” bisa dikelompokkan di sekitar inti emsional  sehingga ibu seseorang, atau bahkan kata “ibu” sudah cukup untuk mengangkat respons emosional yang dapat menghalangi aliran halus pikiran. Kompleks ini dapat berasal dari pengalaman kolektif kemanusiaan sebagian juga di bentuk dari imaji sadar kita terhadap ibu. Sehingga kompleks adalah bagian dari alam bawah sadar dan juga di bentuk oleh alam sadar.
3.      Ketidaksadaran Kolektif
Ini adalah konsep yang controversial dari Jung karena konsep ini berakar pada masa lalu nenek moyang seluruh spesies tersebut. Kandungan-kandungan fisik alam bawah sadar kolektif di turunkan dari generasi ke generasi atau turun temurun yang bersifat universal seperti Tuhan, ibu, air, bumi dan sebagainya. Sehingga kandungan dari alam bawah sadar ini setiap orang sama di semua budaya. Isi alam bawah sadar kolektif tidak begitu mencolok namun berpengaruh besar dalam pikiran, emosi dan tindakan seseorang. Dan bertanggung jawab untuk banyak mitos, legenda dan keyakinan religius manusia. Dan juga menghasilkan “mimpi- mimpi besar” yaitu mimpi yang pemaknaannya melebihi pemimpi individual dan dipenuhi oleh makna-makna sisnifikan bagi manusia.


      B.     Dinamika Kepribadian
Menurut Jung Struktur Kepribadian seseorang itu dinamis yakni selalu bergerak terus menerus. Dinamika kepribadian itu disebabkan oleh energy psikis yang disebut libido. Kepribadian itu bersiat tertutup tetapi tidak seluruhnya, sifat tertutupnya tidak sempurna karena energy dari sumber luar dapat masuk pada system ini. Kepribadian dikatakan sebagai sesuatu system energy yang tertutup karena kepribadian mempunyai prinsip mengatur diri sendiri atas dasar hokum tertentu. Disamping ada pengurangan dan penambahan energy, di dalam system kepribadian itu juga ada perubahan distribusi energy sebagai pengaruh dari luar.
Menurut Jung, tingkah laku manusia ditentukan tidak hanya oleh sejarah individu dan rasi (kausalitas) tetapi juga oleh tujuan-tujuan dan aspirasi-aspirasi (teleologi). Baik masa lampau sebagai aktualitas maupun masa depan sebagai potensialitas sama-sama membimbing tingkah laku orang sekarang. Pandangan Jung tentang kepribadian adalah prospektif dalam arti bahwa ia melihat ke depan ke arah garis perkembangan sang pribadi di masa depan dan retrospektif dalam arti bahwa ia memperhatikan masa lampau. Bagi Freud, hanya ada pengulangan yang tak habis-habisnya atas tema-tema insting sampai ajal menjelang. Bagi Jung, ada perkembangan yang konstan dan sering kali kreatif, pencarian ke arah keparipurnaan dan kepenuhan, serta kerinduan untuk lahir kembali.
Dalam dinamika kepribadian ada dua prinsip pokok yaitu:
1.      Prinsip ekuivalens
Dalam kepribadian prinsip ekuivalens menyatakan apabila sustu nilai menurun atau hilang, maka jumlah energy yang di dukung oleh nilai itu tidak hilang dari kepribadian melainkan akan muncul kembali dalam nilai baru. Jadi seluruh system kepribadian itu banyaknya energy tetap hanya distribusinya yang berubah.
2.      Prinsip Entropi
Apabila dua benda yang berlainan panasnya bersentuhan, maka panas akan mengalir dari yang lebih panas pada yang lebih dingin. Maka akan menghasilkan keseimbangan kekuatan. Prinsip ini dalam kepribadian menggambarkan distribusi energy di dalam kepribadian itu selalu menuju kepada keseimbangan.



Gerakan energy dalam kepribadian diantaranya:
1.      Gerak Progresif
Gerak ke kesadaran dan berbentuk proses penyesuaian yang terus menerus terhadap tuntunan kehidupan sadar
2.      Gerak regresis
Gerakan ini disebabkan oleh kegagalan penyesuaian secara sadar dan terbangunya ketidaksadaran melalui kompleks. Hal ini mengakibatkan individu kembali pada fase perkembangan yang telah dilewatinya (neurosis)

     C.     Studi Analisis Teori Jung
Menurut Jung kepribadian (psyche) ialah Psyche embraces all thought, feeling, and behavior, conscious and unconscious. Yang berarti bahwa kepribadian ialah Seluruh pemikiran, perasaan, dan prilaku nyata baik yang disadari maupun yang tidak disadari”.
Menurutnya bahwa tingkah laku manusia ditentukan tidak hanya oleh sejarah individu dan rasi (kausalitas) tetapi juga oleh tujuan-tujuan dan aspirasi-aspirasi (teleologi). Baik masa lampau sebagai aktualitas maupun masa depan sebagai potensialitas sama-sama membimbing tingkah laku orang sekarang. Pandangan Jung tentang kepribadian adalah prospektif dalam arti bahwa ia melihat ke depan ke arah garis perkembangan sang pribadi di masa depan dan retrospektif dalam arti bahwa ia memperhatikan masa lampau. Bagi Freud, hanya ada pengulangan yang tak habis-habisnya atas tema-tema insting sampai ajal menjelang. Bagi Jung, ada perkembangan yang konstan dan sering kali kreatif, pencarian ke arah keparipurnaan dan kepenuhan, serta kerinduan untuk lahir kembali.
Mengenai Struktur Kepribadian, Jung mengelompokan menjadi dua yaitu
1.      Dimensi Kesadaran
Dalam dimensi ini adalah ego. Dalam ego terdapat dua komponen pokok yaitu fungsi jiwa dan sikap jiwa.  Fungsi jiwa ialah suatu bentuk aktivitas kejiwaan yang secara teori tidak berubah dalam lingkungan yang berbeda-beda. Terdapat emat fungsi jiwa yang pokok yaitu pikiran, perasaan, pendriaan dan intuisi.
Dan juga terdapat sikap jiwa ialah arah dari energy psikis yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap dunianya. Ada dua macam yaitu Ekstravers dan Introvers.

2.      Dimensi Ketidaksadaran
a.       Ketidaksadaran Pribadi (Personal)
b.      Ketidaksadaran Kolektif
Tentang Dinamika Kepribadian:
1.      Kausalitas dan Teleologi
2.      Progress (gerak maju) dan regress (gerak mundur)


Tidak ada komentar:
Write komentar