Rabu, 07 Mei 2014

Makalah Pembelajaran Multimedia Tentang Klasifikasi Media Pembelajaran

Toto Si Mandja - Makalah Pembelajaran Multimedia Tentang Klasifikasi Media Pembelajaran


  1. Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan gabungan dari dua kata yang pada dasarnya memiliki makna tersendiri. Dimana gabungan kata itu akan menghasilkan makna baru. Media pembelajaran teridir dari kata media dan pembelajaran. Berawal dari pengertian media, kata media berasal dari bahasa latin yaitu Medius yang secara harfiah berarti “tengah, perantara atau pengantar”. Media merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Medium, yang merupakan bahasa Latin memiliki arti “antara”. Sehingga medium dapat diartikan segala sesuatu yang membawa informasi dari suatu sumber ke penerima.
Sedangkan makna pembelajaran berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (dituruti)  ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. KBBI
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Menindaklanjuti pengertian antara media dan pembelajaran, dapat kita telaah bahwasanya media berupaya untuk menjadi alat dalam menyampaikan sesuatu sedangkan pembelajaran merupakan interaksi antara pendidik dan peserta didik demi tercapainya penyampaian ilmu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ialah segala sesuatu yang membawa pesan atau informasi untuk tujuan belajar dari sumber ke penerima. Dari ciri-ciri yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan yang maksud dengan media pembelajaran adalah sarana, metode, teknik untuk lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar pembelajar dalam proses pembelajaran di kelas. Dapat dikatakan bahwa, media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan.
  1. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran
Perlu kita ketahui bahwa klasifikasi merupakan penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. (kbbi) berbicara mengenai klasifikasi dan jenis media pembelajaran berarti dalam pembahasan ini berupaya menjelaskan mengenai penggolongan atau pengelompokan media yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Pengklasifikiasian media ini menjelaskan karakteristik atau ciri-ciri spesifik masing-masing media berbeda satu dengan yang lainnya sesuai dengan tujuan dan maksud pengelompokan. Kita dapat mengetahui karakteristik media menurut tinjauan ekonimisnya, lingkup sasaran yang diliput, kemudahan kontrolnya oleh si pemakai dan sebagainya. Juga dapat dilihat dari kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan perca-kapan, maupun penciuman, atau kesesuaiannya dengan tingkat hirarki belajar. Seperti yang diungkapkan oleh Kemp bahwa klasifikasi media merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Sebagaimana juga yang dikatakan oleh Arief S Sadiman bahwa klasifikasi media, karakteristik media, dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran.
Klasifikasi Media Rudi Bretz, mengklasifikasi ciri utama media pada tiga unsur pokok yaitu suara, visual, dan gerak. Bentuk visual itu sendiri dibedakan lagi pada tiga bentuk, yaitu gambar visual, garis (linergraphic) dan smbol. Disamping itu dia juga membedakan media siar (transmisi) dan media rekam (recording), sehingga terdapat delapan klasifikasi media:
1.      Media audio visual gerak
2.      Media audio visual diam
3.      Media audio semi gerak
4.      Media visual gerak
5.      Media visual diam
6.      Media visual semi gerak
7.      Media audio
8.      Media cetak.
Dan empat klasifikasi media pengajaran, yaitu:
  1. Alat-alat visual yang dapat dilihat, misalnya filmstrip, transparansi, micro projection, papan tulis, buletin board, gambar-gambar, ilustrasi, chart, grafik, poster, peta, dan globe.
  2. Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar misalnya; phonograph record, transkripsi electris, radio, rekaman pada tape recorder.
  3. Alat-alat yang bisa dilihat dan didengar, misalnya film dan televisi, benda-benda tiga dimensi yang biasanya dipertunjukan, misalnya; model, spicemens, bak pasir, peta electris, koleksi diorama.
  4. Dramatisasi, bermain peranan, sosiodrama, sandiwara boneka, dan sebagainya.
 Disamping itu para ahli media lainnya juga membagi jenis-jenis media pengajaran, yakni:
1.               Media asli dan tiruan
2.               Media bentuk papan
3.               Media bagan dan grafis
4.               Media proyeksi
5.               Media dengar (audio)
6.               Media cetak atau printed materials.
Briggs lebih menekankan pada karakteristik menurut stimulus atau rangsangan yang dapat ditimbulkannya daripada media iti sendiri, yakni kesesuaina rangsangan tersebut dengan karakteristik siswa, tugas pembelajaran, bahan, dan transmisinya. Disamping itu Briggs mengidentifikasikan macam-macam media yang dipergunakan dalam proses belajar mengajar, yaitu; objek, model, suara langsung, rekaman audio,media cetak, pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparansi, film bingkai, film, televisi dan gambar.
Sedangkan Gagne membuat 7 macam pengelompokan media yaitu;
1.                 Benda untuk didemonstrasi
2.                 Komunikasi lisan;
3.                 Gambar cetak
4.                 Gambar diam
5.                 Gambar gerak
6.                 Film bersuara
7.                 Mesin belajar
Ketujuh macam pengelompokan media tersebut kemudian dikaitkan dengan kemampuannya memenuhi fungsi menurut tingkat hirarki belajar yang dikembangkannya, yaitu: pelontar stimulus belajar, penarik minat belajar, kontrol perilaku belajar, memberi kondisi-kondisi eksternal, menuntut cara berfikir, memasukkan alih ilmu, menilai prestasi, dan memberi umpan balik.
Schramm , memandang media dari segi kerumitan dan besarnya biaya. Dan membedakan antara media rumit dan mahal (big media), media sederhana dan murah (litle media). Schramm juga mengelompokkan menurut daya liputnya menjadi media massal, kelompok, media individual. Selain itu ia juga membagi media menurut kontrol pemakaiannya dalam pengertian portabilitasnya dan kesesuaiannya untuk dirumah, kesiapan pemakaiannya setiap saat diperlukan, cepat atau tidaknya dalam penyampaian dan dapat dikontrol, kesesuaiannya untuk belajar mandiri, dan kemampuannya untuk memberi umpan balik.
1.                 Liputan luas dan serentak, seperti tv, radio, dan faksimile.
2.                 Liputan terbatas pada ruangan, seperti film, video, slide, poster audio tape
3.                 Media untuk belajar individual, seperti buku, modul, program belajar dengan computer dan telepon



Tidak ada komentar:
Write komentar