Rabu, 07 Mei 2014

Makalah Analisis Pengembangan Kurikulum PAI SMA Tentang Karakteristik dan Pengembangan Tujuan Pembelajaran PAI

Toto Si Mandja - Makalah Analisis Pengembangan Kurikulum PAI SMA Tentang Karakteristik dan Pengembangan Tujuan Pembelajaran PAI


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Landasandan Prinsip Tujuan Pembelajaran PAI
Pendidikan agama Islam adalah pendidikan keagamaan yang banyak diajarkan di Indonesia. Pendidikan ini diajarkan baik formal maupun non formal. Jenjang pendidikan yang mengajarkan pendidikan agama Islam bisa ditilik mulai dari tingkat SD/MI sampai Doktoral.  Untuk mendefinisikan pendidikan agama Islam, kita ambil satu pengertian dulu untuk memberikan gambaran umum tentang pendidikan ini. 
Pendidikan Islam menurut E. Mulyasa yaitu Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama Islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kurukunan anatara umat beragama hingga terwujud kasatuan dan persatuan bangsa.

Aktivitas pembelajaran merupakan aktivitas manusia sebagai makhluk berbudaya (pendidikan sebagai gejala budaya), memberikan konsekuensi bahwa perbaikan dalam pembelajaran terus dilakukan. Oleh karena itu diperlukan landasan pembelajaran yang mantap agar perubahan yang dilakukan didasarkan kajian-kajian yang bisa dipertanggungjawabkan. Diantaranya terdapat tiga landasan, yaitu :
1.      Landasan filosofis
Landasan filosofis berfungsi sebagai azas kerokhanian dan azas moral
system pendidikannasional.  Karena itu kebijaksanaan, strategi dan proses pembinaan sumber daya manusia berkualitas sebagai tujuan pendidikan nasional bersumber dan dijiwai oleh azas normative filsafat pendidikan bangsa Negara yaitu Pancasila. 
Contoh : Guru dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dalam pembelajaran berlandaskan Pancasila. Misalnya berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, mengutamakan musyawarah,  tidak membedakan SARA, member nilai secara adil kepada seluruh siswa.
2.      Landasan sosiologis
Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan manusia sehari hari. Setiap kegiatan manusia hampir tidak pernah lepas dari unsure social budaya.  Sebab sebagian besar kegiatan manusia dilakukan secara kelompok termasuk kegiatan pendidikan dan proses pembelajaran.
3.      Landasan psikologis.
Jiwa manusia berkembang sejajar dengan pertumbuhan jasmani. Makin besar anak makin berkembang pula jiwanya dengan melalui tahap tahap tertentu hingga mencapai kedewasaan.
Tujuan sangat esensial, baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian. Tujuan memberikan petunjuk adalah untuk memilih isi mata ajar, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, memilih alat bantu belajar, menentukan prosedur pembelajaran, serta menyediakan ukuran untuk mengukur prestasi belajar siswa. Oleh sebab itu para guru perlu memahami dengan seksama tujuan belajar dan pembelajaran  sebagai begian integral dari suatau sistem pembelajaran.
Tujuan pembelajaran yang menjadi kunci dalam rangka menentukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan siswa, mata ajaran, dan guru itu sendiri. Berdasarkan kebutuhan siswa dapat ditetapkan apa yang hendak dicapai, dan dikembangkan dan diapresiasikan. Guru sendiri adalah sumber utama tujuan bagi para siswa dan dia harus mampu menulis dan memilih tujuan-tujuan pendidikan yang bermakna, dan dapat terukur. 
Prinsip merupakan sebuah kebenaran atau kepercayaan yang diterima sebagai dasar dalam berfikir atau bertindak. Jadi prinsip dapat diartikan sebagai  sesuatu yang menjadi dasar dari pokok berpikir, berpijak atau bertindak. Dengan harapan tujuan pembelajaran tercapai dan tumbuhnya proses pembelajaran yang dinamis dan terarah.Adapun prinsip-prinsip pembelajaran PAI adalah:
1.      Membangun manusia menjadi manusia yang bertaqwa terhadap Allah SWT
2.      Membangun perkembangan spiritual
3.      Membangun perkembangan sikap dan nilai hidup
4.      Membangun perkembangan pengetahuan, ketrampilan, dan pengembangan daya estetik
5.      Membangun pengembangan jasmani sehingga tewujud manusia yang mampu membangun dirinya sendiri, membangun masyarakat serta membudidayakan alam sekitar.

B.     Karakteristik TujuanPembelajaran PAI
Tujuan pembelajaran adalah rumusan secara terperinci apa saja yang harus dikuasai oleh peserta belajar sesudah ia melewati kegiatan instruksional yang bersangkutan dengan berhasil.Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.
Menurut al Syaibani(halamane je), tujuanpendidikan Islam adalah :
1.      Tujuan yang berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah laku masyarakat, tingkah laku jasmani dan rohani dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia dan di akhirat.
2.      Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, mencakup tingkah laku masyarakat, tingkah laku individu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkaya pengalaman masyarakat.
3.      Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.
Mata pelajaran pendidikan agama Islam itu secara keseluruhannya dalam lingkup Al – Qur’an dan Al – hadits, keimanan, akhlak fiqih/Ibadah dan sejarah sekaligus menggambarkan bahwa ruang lingkup pendidikan agama Islam mencakup perwujudan keserasian, keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, mahluk lainnya maupun lingkungannya (hablun minallah wa hablun minannas).
Menurut al abrasyi, karakteristiktujuanpembelajaranpendidikanagama islamyaitu:
1.         Pembinaanakhlak.
2.         MenyiapkanAnakdidikuntukhidup di duniadanakhirat.
3.         Penguasaanilmu.
4.         Keterampilanbekerjadalammasyrakat.
5.         mendidik siswa untuk berprilaku sesuai dengan nilai – nilai atau akhlak Islam
6.         mendidik siswa–siswi untuk mempelajari materi ajaran Islam–subjek berupa pengetahuan tentang ajaran Islam.
C.    Pengembangan Tujan Pembelajaran PAI
1.      Tujuan Pendidikan
Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikenal katagori  tujuan sebagai berikut :
a.        Tujuan pendidikan nasional
Tujuan pendidikan nasional merupakan, tujuan jangka panjang, tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. Tujuan pendidikan di Indonesia sebagaimana tercantum dalam Undang–undang RI tahun 2003 tentang   sistem Pendidikan Nasional  pada Bab II Pasal 3 Yaitu :“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.       
b.      Tujuan Institusional (Tujuan Lembaga/ satuan Pendidikan)
Adalah tujuan yang diharapkan, yang dicapai oleh suatu lembaga Pendidikan, misalnya tujuan pendidikan tingkat SD, SLTP, SMU, SMK, PT.
c.        Tujuan Kurikuler/Tujuan Pengajaran (Tujuan mata Pelajaran)
Adalah penjabaran dari Tujuan Institusional yang berisi program-program pendidikan yang menjadi sasaran suatu bidang study atau mata kuliah, misalnya : tujuan mata pelajaran Agama, matematika Bahasa Indonesia.
d.        Tujuan Intruksional ( Tujuan Pembelajaran )
Komponen Tujuan, merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Sebab setiap rencana harus memiliki tujuan agar dapat ditentukan apa yang harus dicapai, serta apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Tujuan pendidikan Islam memiliki perbedaan dengan tujuan pendidikan lain, misalnya tujuan pendidikan menurut paham pragmatisme, yang menitik beratkan pemanfaatan hidup manusia didunia. Yang menjadi standar ukurannya sangat relatif, yang bergantung pada kebudayaan atau peradaban manusia. Arifin dalam bukunya “Pendidikan Islam Dalam Arus Dinamika Masyarakat” menyatakan bahwa rumusan tujuan pendidikan Islam merealisasikan manusia muslim yang beriman, bertakwa, dan berilmu pengetahuan yang mampu mengabdikan dirinya kepada sang khaliknya dengan sikap dan kepribadian bulat menyerahkan diri kepada-Nya dalam segala aspek kehidupannya dalam rangka mencari keridhoannya. Rumusan tujuan pendidikan Islam sangatlah relefan dengan rumusan tujuan pendidikan nasional.
Dan jika dihubungkan dengan filsalafat Islam, maka kurikulumnya tentu mesti menyatu (integral) dengan ajaran Islam itu sendiri. Tujuan yang akan dicapai kurikulum PAI ialah membentuk anak didik menjadi berakhlak mulia, dalam hubungannya dengan hakikat penciptaan manusia. Sehubungan dengan kurikulum pendidikan Islam ini, dalam penafsiran luas, kurikulumnya berisi materi untuk pendidikan seumur hidup.
Pendidikan agama Islam merupakan usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan pelatihan. Maka secara garis besar (umum) tujuan pendidikan agama Islam ialah untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa terhadap ajaran agama Islam, sehingga ia menjadi manusia muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia baik dalam kehidupan pribadi, bermasyrakat, berbangsa dan bernegara. Tujuan tersebut tetap berorientasi pada tujuan penyebutan nasional yang terdapat dalam UU RI. No. 20 tahun 2003.
Selanjutnya tujuan umum PAI diatas dijabarkan pada tujuan masing-masing lembaga pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikan yang ada. Selain itu, pendidikan agama Islam sebagai sebuah program pembelajaran yang diarahkan untuk :
1.  Menjaga akidah dan ketaqwaan peserta didik,
2.  Menjadi landasan untuk lebih rajin mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu agama,
3. Mendorong peserta didik untuk lebih kritis, kreatif, dan inovatif,
4. Menjadi landasan prilaku dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat.

Dengan demikian bukan hanya mengajarkan pengetahuan secara teori semata tetapi juga untuk dipraktekkan atau diamalkan dalam kehidupan sehari-hari (membangun etika sosial)

Tidak ada komentar:
Write komentar