Selasa, 02 Juli 2013

Perbedaan Antara Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan Menurut Buku Filsafat Pendidikan Karangan Muhmidayeli

Toto Si Mandja - Perbedaan Antara Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan Menurut Buku Filsafat Pendidikan Karangan Muhmidayeli

Filsafat dengan karakteristiknya seperti telah dibahas diatas, menjadi dirinya berbeda dengan ilmu pengetahuan, kendatipun keduanya adalah dua tata cara manusia untuk memperoleh kebenaran. Bahan filsafat tidaklah sama seperti bahan-bahan yang ada pada ilmu pengetahuan. Bahan pada filsafat bersifat universal, sedangkan ilmu terbatas hanya pada bidang-bidang tertentu, sifatnya parsial. Filsafat diarahkan pada keseluruhan pencapaian hakikat-hakikat dalam keseluruhan kemungkinan-kemungkinan yang menunjuk pada sesuatu yang menjadi fokus kajian, sedangkan ilmu pengetahuan lebih tertuju hanya pada lingkup objeknya saja. 

Dengan kondisinya yang demikian, menjadikan sifat dan corak kebenaran filsafat dan ilmu pengetahuan pun akan berbeda.Hal lain yag membedakan dunia filsafat dan ilmu pengethauan adalah dalam hal aktivitasnya. Filsafat memulai kerjanya dengan langkah yang tidak memberikan kepemihakan. Seorang filusuf mestilah tidak menerima sesuatu apapun sebagai suatu kebenaran, sebelum ia mencari dan menemukan kebenaran itu. Seorang filusuf mestilah membebaskan diri dari berbagai penerimaan pendirian tertentu sebagai suatu yang benar. Disinilah makna universalitasnya. Lain halnya dengan pengetahuan yang memiliki nilai kebenaran yang bersifat parsial, maka dalam aktivitas pencariannya, ia mesti mengabaikan aspek-aspek yang lain, kendatipun ilmuwan menyadari bahwa hubungan interdependensi antar-realitas itu tidak dapat dielakkan. 

FILSAFAT
ILMU PENGETAHUAN
Analisis filsafat diarahkan pada keseluruhan hakikat dalam semua kemungkinan-kemungkinan.
Analisis ilmu pengetahuan diarahkan sebatas pada lapangan tertentu, sifaatnya parsial.
Filusuf tidak boleh menerima pendirian apapun juga sebagai sesuatu yang benar dan yang lain adalah salah, sehingga segala sesuatu yang ada mesti menjadi bahan pertimbangan.
Ilmu pengetahuan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak termasuk kedalam objek kajian.
Filsafat akan menghasilkan kesimpulan melalui berpikir radikal.
Penarikan kesimpulan dalam metodologi ilmu pengetahuan diambil dari uji sebab-sebab yang terdekat.
Kebenaran filsafat bersifat universal, totalitas dan konprehensif.
Kebenaran ilmu berada hanya pada skopnya yang terbatas.
Aktivitas filsafat dimulai dengan upaya membebaskan diri dari berbagai bentuk sangkaan dan pendirian-pendirian.
Aktivitas ilmu pengetahuan justru dumulai dari sangkaan dan dugaan-dugaan.

Perbedaan prinsipil inilah yang menjadikan filsafat tidak dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan, karena memang filsafat mendekati berbagai realita secara nonscientific. Didalam menemukan kebenaran, filsafat dapat saja melebihi atau melampaui dunia riil dan pandanan praktis tentang kehidupan. Hal ini dimungkinkan karena dalam penelusurannya, filsafat tidak dibatasi oleh eksistensi keilmuan dan pendirian apapun dari dirinya.

Tidak ada komentar:
Write komentar