Minggu, 17 Juni 2012

Hadits Halal dan Haram

عَنْ أَبِيْ عَبْدِاللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍرَضِيَ اللهُ عَنْهُمَاقَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَاللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّ اْلحَلَالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ اْلحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَامُشْتَبِهَاتٌ لَاتَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌمِنَ النَّاسِ, فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَلِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ،
وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي اْلحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ اْلحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ. أَلَاوَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلَاوَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ، أَلَا وَإِنَّ فِي اْلجَسَدِﻣُﻀْﻐَﺔً إِذَاصَلَحَتْ صَلَحَ اْلجَسَدُكُلُّهُ وَإِذَافَسَدَتْ فَسَدَ اْلجَسَدُكُلُّهُ أَلَاوَهِيَ اْلقَلْبُ. (رواه البخاري و مسلم)






A.   Makna Hadits
Abu Abdilah Nu’man bin Basyir ra. Berkata, aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda,
“Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas. Sedangkan diantaranya ada masalah yang samar-samar (syubhat) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum)-nya. Barang siapa yang menghindari yang samar-samar, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Barang siapa yang jatuh kedalam yang samar-samar maka ia telah jatuh kedalam perkara yang haram. Seperti penggembala yang berada didekat pagar (milik orang lain); dikhawatirkan ia akan masuk kedalamnya.
Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki pagar (aturan). Ketahuilah, bahwa pagar Allah adalah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah, bahwa didalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya, dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.”
(HR. Bukhori dan Muslim)










B.   Isi Kandungan
Pertama, setiap perkara yang halal dan haram itu sudah jelas, begitupun dengan perkara yang samar-samar (asal-usulnya tidak jelas). Kebanyakan dari manusia tidak mengetahui hukum halal, haram dan subhat.

Kedua, orang yang meninggalkan sesuatu yang subhat, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannnya. Dan sebaliknya jika seseorang jatuh pada perkara yang subhat maka ia telah jatuh pada perkara yang haram.

Ketiga, semakin dekat seseorang dengan perkara yang subhat maka kemungkinan besar ia akan masuk pada perkara yang  haram.

Keempat, Allah mempunyai larangan-larangan yang harus dihindari yang diibaratkan sebuah pagar.

Kelima, setiap manusia mempunyai hati, jika hatinya baik maka seluruh jasadnya akan baik pula, dan sebaliknya jika tidak baik maka rusak seluruh jasadnya.



1 komentar:
Write komentar
  1. Terima kasih atas artikel terkait tentang halal ini. Semoga makin menyebar kesadaran halal di masyarakat.

    Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya." (HR At Tirmidzi).

    Silahkan kunjungi www.PusatHalal.com untuk mendapatkan artikel dan video tentang halal-haram. Jazakumullah - www.PusatHalal.com

    BalasHapus